My world written

duniaku kutuliskan…

Author Archive

VLOOKUP dengan 2 kriteria atau lebih

vlookup20with20two20or20more20criteria

source: https://exceljet.net/formula/vlookup-with-two-or-more-criteria

salah satu kelemahan VLOOKUP adalah fungsi ini hanya dapat digunakan untuk satu nilai saja yang dicocokkan dengan kolom pertama di tabel. Akibatnya? VLOOKUP jadi sulit digunakan untuk mencari nilai berdasar >2 kriteria/kolom dalam satu tabel.

Berikut adalah cara ‘mudah’ untuk menggunakan VLOOKUP untuk mencari nilai berdasar >2 kriteria/kolom.

Triknya adalah dengan membuat kolom bantuan yang ‘menggabungkan’ >2 nilai menjadi satu dan selanjutnya memberikan perintah ke VLOOKUP untuk mencari nilai dengan cara yang sama.

Di gambar contoh, kita ingin mencari department dan grup karyawan dengan VLOOKUP, namun, nama awal dan nama belakang berada di kolom yang terpisah, sehingga kita tidak memiliki cara langsung untuk menggunakan kedua nama depan dan belakang pada proses pencarian dengan VLOOKUP. Solusinya adalah dengan menggunakan kolom bantuan untuk menggabungkan keduanya untuk dapat digunakan dalam lookup.

VLOOKUP formula nya akan seperti ini: Data adalah bagian dari tabel

=VLOOKUP(C3&D3,data,4,0)

Pada kolom B, kolom bantuan, formula nya menggabungkan nama depan dan nama belakang menggunakan “concatenation”:

=C6&D6

Nama depan di kolom C dan nama belakang di kolom D.

Kolom bantuan merupakan kolom yang digunakan sebagai kriteria yang harus merupakan kolom pertama tabel dan berfungsi sebagai “kunci”. Pada fungsi VLOOKUP, nilai lookup juga dibuat dengan menggabungkan kriteria yang sama.

Setting things up

Untuk setting a multiple criteria dengan VLOOKUP, ikuti langkah-langkah di atas 🙂

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

 

Advertisements

Mengcopy sel yang merged

Pernah mengkopy data dari tabel di word misalnya.. atau dari excel juga yang ternyata ada beberapa sel merged/ tergabung dan ketika di paste format jadi amburadul?!
saya pernah..

trus cara mengatasinya bagaimana donk? Coba langkah ini:

1. Pilih sel-sel yang ada merged data

2. Klik “Merge and Centre” untuk meng-unmerge sel-sel tersebut

3. Pilih sel-sel yang dipilih tadi

4. Tekan Ctrl+G > Special > Blanks

5. Tekan = dan panah ke atas (↑)

6. Tekan Ctrl+Enter

7. Pilih data yang akan dicopy lagi dan copy

8. Tekan Alt+E+S+V (yang sebenarnya Edit > Paste Special > Values)

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

sumber: http://answers.microsoft.com/en-us/msoffice/forum/msoffice_excel-mso_other/unmerge-cells-and-copy-the-content-in-each/49f46676-e318-4d33-8cac-7c6302214534

 

Meng’copy’ tinggi baris excel

Sering, atau katakanlah kita pernah sangat perlu untuk membuat ‘copy’ beberapa sel dari suatu file excel dengan seluruh formatnya.. namun tak berhasil, maksud saya yang tercopy hanya content nya saja dan formatnya tidak..

Apa yang harus kita lakukan agar ketika kita menginginkan tinggi baris dari suatu file excel ikut juga tercopy di worksheet/file yang baru?

  1. Jangan hanya memilih/blok/highlight sel yang akan dicopy.. tapi higlight seluruh sel pada baris itu (klik pada semua nomor baris di sisi kiri spread sheet)  yang akan dicopy.
  2. copy baris tersebut
  3. pilih nomor baris pertama (selurh baris akan terhilight) di mana kita ingin meletakkan hasil copy
  4. paste. Tingginya baris pasti akan juga tercopy.

Dengan cara ini tentu saja semua content dalam sel spt formula dan lain-lain akan tercopy/paste.. sehingga kita perlu men-delete content yang tidak kita perlukan jika kita hanya menghendaki format tinggi baris saja.

selamat mencoba! semoga berhasil..

sumber: http://answers.microsoft.com/en-us/msoffice/forum/msoffice_excel-mso_other/on-excel-how-do-i-copy-the-row-heights-on-part-of/e0f14408-fde7-46c1-b73e-2c1048b60d8d

MS Word 2010: daftar isi, tabel, dan gambar

Ketika kita menuliskan dokumen yang agak panjang, sangat penting bagi pembaca untuk melihat ‘isi’ dari dokumen secara sekilas sebelum membaca keseluruhan dokumen. Hal ini dijawab dengan mudah dengan adanya daftar isi di muka dokumen. Pembaca dapat memilih membaca dari depan ke belakang dokumen secara berurut atau hanya mencari informasi yang diperlukan saja dari daftar isi ini.

Pentingnya daftar isi pada dokumen yang panjang untuk memberikan gambaran pada pembaca telah difasilitasi oleh MS Word dengan sangat baik. Kita dapat dengan mudah membuat daftar isi secara cepat. Hal lain yang lebih penting adalah memberikan judul/ sub judul pada bagian-bagian tulisan kita secara baik sehingga judul/ sub judul ini akan membantu pembaca mencari informasi yang dibutuhkannya.

Untuk dapat membuat daftar isi secara cepat, kita perlu menggunakan fasilitas ‘style’ pada saat/ setelah menulis judul dan badan dokumen. Kita pastikan masing-masing tingkatan sub judul menggunakan style heading yang berurut dan konsisten. Kita bisa memodifikasi style heading sesuai keperluan/ selera kita. Usahakan tidak  terlalu banyak menggunakan type font dan size juga font style yang terlalu banyak.. selain menjadi tidak indah/ rapi juga akan membuat pembaca bingung..

setelah semua judul dan subjudul di ‘assigned’ style heading yang berturutan. Kita dapat meletakkan kursor di lembar di mana daftar isi akan diletakkan dalam dokumen kita. Klik menu References, klik submenu Table of Contents, lalu pilih insert table of contents.

Jadi deh daftar isi.

Tingkatan sub judul yang akan ditampilkan dalam daftar isi dapat juga dimodifikasi sesuai kebutuhan.

Jika setelah daftar isi dibuat dan ada perubahan isi/ sub judul, perubahan dapat diakomodasi dalam daftar isi dengan meng-update daftar isi.

Dengan cara yang mirip, daftar gambar dan tabel dapat dibuat dengan memilih sub menu Insert Table of Figures pada menu References. Caption label yang akan dibuat daftarnya disusuaikan apakah tabel atau gambar. Demikian juga dengan type and size font juga dapat dimodifikasi sesuai keperluan.

selamat mencoba!

MS Word: Menambahkan Judul di atas tabel setelah tabel jadi

Kadang atau seringkali kita perlu membuat tabel untuk dimasukkan ke dalam teks/ esai yang kita tulis. Sudah selayaknya tabel yang kita buat di dalam teks ini diberi nomor dan judul sehingga mudah untuk dirujuk di dalam tulisan kita. Namun, kadang ketika membuat tabel kita lupa untuk menuliskan judulnya terlebih dahulu. Oh ya kebiasaan di tulisan ilmiah, judul tabel mendahului tabelnya sedangkan judul gambar di bawah gambarnya. Untuk memudahkan nantinya untuk membuat daftar tabel dan gambar, sebaiknya judul tabel dan gambar menggunakan style ‘caption’. Lebih jelas tentang style caption dituliskan di

Ketika kita membuat tabel dan lupa untuk memberikan judul di atasnya, padahal tabel kita ada di paling depan halaman.. sehingga kita tidak bisa menambahkan judulnya di atas tabel.

Ternyata bisa loh menambahkan judul di atas tabel setelah tabel dibuat. Ada beberapa cara:

1. Select tabel dan ‘cut’ lalu tuliskan judul tabel, enter dan paste.

2. Pastikan kursor berada di posisi paling awal dokumen/ kiri atas dengan menekan ctrl + home. Lalu enter sehingga tabel akan turun satu spasi dan ada ruang untuk menuliskan judul di atas tabel.

3. Ketika tabel berada di posisi setelah section break atau di awal halaman, letakkan kursor di sisi kiri atas pada sel paling kiri atas di dalam tabel, lalu tekan ctrl + shift + enter. Ini akan memberikan satu baris di atas tabel yang dapat digunakan untuk judul tabel.

Selamat mencoba!

MS Word: judul dan badan tulisan tidak terpisah

Sangat menjengkelkan ketika kita sudah terbatas oleh waktu, namun diharuskan untuk menata tampilan hasil tulisan kita.. Apalagi jika tulisan kita panjang dan perlu banyak sub judul dan sub judul.

Yang menjengkelkan adalah ketika beberapa dari sub judul atau sub-sub judul kita ‘tertinggal’ sendirian di bawah halaman, sementara badan tulisan ada di halaman berikut… ketika kita memperbaiki tampilan di salah satu sub judul.. bisa jadi di sub judul yang lain terjadi hal yang sama..

jengkel 😦

Ada cara mudah untuk mensiasati hal ini. Usahakan selalu menggunakan style yang tersedia di MS Word untuk judul, sub judul dan sub sub judul juga badan tulisan. Ketika kita menginginkan sub judl tidak terpisah dari badan tulisan yang perlu kita atur pada style adalah:

1. pilih style yang akan kita atur, klik kanan dan pilih modify style

2. pada tombol Format, pilih paragraph..

3. pada jendela Paragraph ini, pilih tab ‘Line and Page Breaks’ dan cek/ beri tanda centang pada ‘Keep lines together‘. Pilihan inilah yang akan memastikan sub judul kita akan ‘melekat’ bersama dengan badan tulisan yang ada di bawahnya.

4. Klik ‘OK’

5. Ketika kembali ke jendela “Modify Style” jangan lupa untuk memilih pilihan “New documents based on this template” dan klik ‘OK’ kembali untuk menutup jendela ‘Modify Style‘.

6. Selesai.

Semoga tidak jengkel lagi 🙂 dan selamat menulis!!

 

MSWord 2010: nomor halaman

Penomoran halaman dapat dilakukan sesuain keinginan kita. Misal kita menginginkan halaman pertama tidak bernomor atau di bawah dan halaman selanjutnya di kanan atas.

Caranya?

1. Letakkan kursor di halaman pertama dokumen

2. Insert -> Page Number -> Bottom of Page

3. Pilih desain penomoran halaman yang kita inginkan dari pilihan di galeri.

4. Pita menu secara otomatis akan berubah ke tab Header & Footer Tools

5. Beri tanda pilihan (Check) ke opsi Different First Page

6. Pindahkan kursor ke halaman ke dua, di bagian header.

7.  Dari grum Header & Footer pilih Page Number dan pilih desain yang kita inginkan.

8. Jika menginginkan halaman pertama tak bernomor, kembali pindahkan kursor ke halaman pertama di bagian footer dan delete nomor halaman.

9. Nomor awal halaman dapat diatur dari Tab Header & Footer Tools -> Page Number (di grum Header & Footer) -> Format Page Number.. ->  Page numbering -> Start at: [isikan nomor yang kita inginkan sebagai nomor awal di dokumen kita].

Selesai 🙂

 

MS Word 2010: cross reference pindah halaman

Pernah ngalamin ato malah sering ketika menggunakan cross reference ternyata setelah di-update dros reference ini pindah ke halaman berikut?? Sebel banget pastinya yo?

Kenapa ini bisa terjadi?

Karena reference/ caption yang kita cross reference ‘dipaksa’ pindah halaman dengan page break. Page break di caption ini ‘ikut’ si cross reference nya.. sehingga ketika di update ikut-ikutan pindah halaman.

Bagaimana supaya tidak terjadi?

Jika terpaksa harus memaksa caption di halaman baru, setelah paragraf sebelumnya tekan enter dulu baru insert page break. Lalu delete paragraf yang kosong tersebut.

Semoga nggak sebel lagi 🙂

EN X6: nama jurnal tidak konsisten di daftar pustaka

Ketika menggunakan endnote untuk mengelola daftar pustaka yang kita sitasi dalam dokumen/ file ms word kita perlu cek dan ricek apakah daftar pustaka yang kita sitasi telah dengan benar didaftar oleh endnote.

Bisa jadi ketika rekaman data pustaka kita di library endnote kita salah, endnote pun akan salah ketika mendaftar pustaka yang kita sitasi dalam dokumen ms word.

Saat pengecekan seringkali kesalahan muncul karena kita tidak secara manual merekam data pustaka kita, kita mengunduh langsung secara online dan meminta endnote untuk merekam dalam library kita. Seringkali rekaman ini tidak konsisten atau tidak seperti yang kita mau.

Untuk nama jurnal, kita bisa merekam secara konsisten agar jika kita mengunduh artikel jurnal secara online beserta data pustakanya endnote akan merekam secara konsisten. Caranya?

1. Buka EndNote X6

2. dari menu pilih Tools -> Open Term Lists -> Journals term list

3. cari nama jurnal yang ingin kita buat konsisten dan klik Edit term…

4. Tuliskan nama jurnal yang kita inginkan untuk tampil di daftar pustaka kita, nama lengkap jurnal (Full Journal) dan singkatan (Abbreviation) jika ada, jika tidak ada singkatan tuliskan kembali nama jurnal secara lengkap pada kedua kolom yang bersesuaian.

5. Klik OK. Ulangi untuk nama jurnal yang lain.

6. Apabila nama jurnal yang kita cari pada langkah nomor 3 belum ada dalam daftar, klik New Term… dan lakukan seperti langkah nomor 4 dan 5.

selesai 🙂

EN X6: mengubah ‘font’ di daftar pustaka

Ketika menulis essay kita tidak selamanya menggunakan jenis huruf (font) yang sama. Atau kita menginginkan daftar pustaka yang ada di bagian belakang essay kita menggunakan font yang berbeda dengan yang kita gunakan di badan essay. Namun, sering kali yang terjadi ketika kita meng-up-date pustaka kita melalui endnote, font di daftar pustaka yang telah kita ganti akan kembali ke font semula. kita ganti lagi, ketika di-update akan kembali lagi. Menjengkelkan ya?!

Cara yang benar untuk mengubah font di daftar pustaka melalu endnote adalah tidak melakukannya langsung pada dokumen kita, namun dari pengaturan di bibliography di menu endnote. Caranya?

1. pilih tab EndNote X6 di menu bar

2. klik tanda panah di kanan bawah di pita/ ribbon grup Bibliography

3. pilih tab Layout,

4. sesuaikan/ pilih font dan size yang diinginkan; begitu juga dengan pengaturan indent dan space setelah masing-masing pustaka.

selesai 🙂

Post Navigation

%d bloggers like this: